A Magic Character of Sendy and Patrick

Standard

Tentang dua tokoh dalam serial Spobgbob Square Pants yang menakjubkan,  saya  benar- benar mengenal kartun ini sejak duduk dibangku SMA, saat itu setiap pagi teman satu kos saya Muhammad Riza dan adik kost saya Febri adalah pecinta berat kartun ini.

Karena setiap hari mereka melihat Spong bob bahkan buffering via youtube demi menilhat kartun ini, saya mulai melihat sisi sisi yang unik dari tokoh spongebob dan menginspirasi.

Tokoh pertama adalah Sendi

Sendi digambarkan melalui seekor tupai coklat yang hidup bersama dan tinggal di bawah laut bersama semua mahluk laut yang berbeda jenis dengannya. Ada beberapa insight dari tokoh sendi yang saya kagumi:

  1. Sendi itu out of the box hewan darat yang mencoba untu tinggal di laut. Selama ini kita sering melihat penggambaran tempat tinggal yang dapat membuat kita bahagia jika kita lihat orang selalu merasa bahagia dengan tinggal digunung, dilembah lembah yang hijau atau kota yang penuh dengan gemerlapan cahaya. Bukan halnya dengan sendi… she breaks to the limit.
  2. As an Alien, She is Cool. Sebagai mahluk yang berbeda rupa dan tinggal dibawah air, sendi selalu digambarkan seperti sosok alien. Dengan baju nasa yang futuristic , sendi selalu terlihat penuh dengan bajunya, bias dibandingkan dengan penduduk bawah laut lainnya. Mereka dengan bebas pakai kolor atau baju casual. Sendy terlihat berbeda dan dia menikmatinya.
Advertisements

Tanah Sunda

Standard

Deudeuh Teuing Tanah Sunda
Anu Endah Matak Betah
Anu Beunghar Lubak-libuk Pakaya
Kiwari Ukur Hirup Na Carita
Diguar Ku Bujangga Ahli Sastra

Lemah Cai Anu Baheulana Asri
Dipasieup Seugitna Kembang Malati
Kiwari Jadi Ngah Ngar Hese Cai
Dikepung Limbah Industri
Dilingkung Haseup Polusi

Gunung-gunung Nu Parentul Jadi Darugul
Sawah-sawah Nu Mayak Pak Jadi Rasuksak
Dileuweng Ganggong Simagongnggong
Kiwari Jadi Subur Ku Gendong Siigrong

Gupay Lembur

Standard

Gupay- gupay Panineungan Kiwari Nembongan Deui
Basa Rek Ninggalkeun Lembur, Rek Miang Tolabul Ilmi
Kacipta Ema Jeung Bapa, Gupay Jajap Pangarepan
DI Bandung Muga Sing Jucung, Gancang Mulang Ka Sarakan

Gupay – gupay Panineungan Kiwari Nembong Deui
Basa Beus Ninggalkeun Stanplat, Hate Mah Puguh Tilebet
Kacipta Cisoca Ema, Nu Rambisak Kingkin Sedih
Pileuleuyan Dayeuh Garut, Kapaksa Urang Papisah

Munggaran Hidup di Bandung
Beungeut Lembur Kopi Gandrung
Di Susukan Marak Laut
Balap Ngojay Ulin Leutak
Luhur Pasir Peperangan
Hanaang Ngala Duwegan

Lalakon Manjang di Bandung
Lembur Ngan Ukur Galindeng
Duriat Ngan Dina Surat
Kangen Ngan Dina Lebaran
Betah di Tempat Ngumbara
Pageuh Jeung Adeg Sawawa

Gupay-gupay Panineungan Kawari Nembingan Deui
Katingtrim Hidep di Lembur Ngahariring Ngajak Mulang
Kacipta Ema Jeung Bapa, Nelengnengkung Nimang Incu
Ngan Hanjakan Sagalana, Nu Dijugjug Geus Teu Aya

(Dicutat Tina Mangle No. 338 Taun 1969)

Puisi R.A Kartini

Standard

Ibu Kita Kartini
Pintu yang dapat Maknanya
Ku melewati lorong kebodohan

R.A Kartini
Jendela yang dapat menguak
Sejuta tanya dan ketidaktahuan

R.A Kartini
Kau jelajahi Indonesia
Pulau demi pulau dengan buku
Aku pintar menulis dan membaca

R.A Kartini
Kaulah gudang bahagia
Ilmu

 

Karya Ikhsan SDN 1 Margaluyu cilaketan Lebak

Lukisan

Standard

lukisanbr

Hai sahabat pernahkah kamu melihat lukisan, bagaimanakah kesan saat melihatnya?

Apakah seperti menikmati setiap detail perpaduan bentuk, warna, ekspresi yang tertuang didalamnya atau merasa ada perasaan yang membuat sepersekian detik terpaku didepan objek ini.

Iya begitulah salah satu dari kesan saat kita melihat lukisan, hari ini saya ingin menceritakan suatu hal disaat sore hari bersama Erik adik laki laki dari keluarga dipenempatan yang mengajak unyuk melihat lukisan. Bukan lukisan dalam harfiah 2 dimendi yang terpajang didinding tapi kali ini lukisan yang terbentang besar didepan mata dengan sinar dan pantulan yang dapat berubah. Lukisan adalah salah satu titik indah yang diberikan nama oleh warga diantara kampung Siangin dan Sitoko, kampung yang tepat diatas pegunungan sebelah selatan kampung dimana saya ditempatkan.

Anak-anak sering bercerita tentang lukisan, tentang indahnya pemandangan dan saat hujan berhenti atau kabut memudar, mereka mengatakan dapat melihat serpong dan jakarta bahkan monas dari ketinggian ini. Saya mencoba untuk membuktikan apa yang dikatakan anak-anak, saat sore hari saya belum melihat gedung gedung tinggi tetapi saat malam tiba terlihat kerlipan lampu orange menyala terang dalam ruangan gelap dari sudut timur laut.

Ada perasaan sedih setiap kali melihatnya, cahaya temarang itu adalah ibukota negeri ini, Jakarta. Membayangkan anak-anak melihat Jakarta melalui kedipan lampu tanpa pernah kesana, terbiasa melihat dari jarak yang dapat mereka jangkau tanpa berani untuk bercita-cita tinggi. Lalu memenuhi nasib mereka sebagai pekerja di Priok tanpa harus bersekolah tinggi. Embun dimata mulai luruh, mengingat cerita warga kampung saat aspal masuk desa 5 tahun lalu, tempat yang jangkauan mata dapat melihat pusat perkembangan republik ini terasa baru beberapa tahun lalu dirasakan, lalu bagaimana dengan kampung nun jauh disana ditapal batas, seperti pembilangan dalam bilangan perkalian dan penjumlahan .

Lalu lukisan yang indah ini  memberikan lipatan semangat dalam kepalan tangan, semoga kehahadiran saya yang sebentar ini dapat memberikan banyak kebermanfaatan.

Perjalanan Mencintai Negeri

Standard

Aku mencium bendera merah putih, yah… masih teringat jelas saat penutupan kegiatan survival sekaligus pelantikan sebagai pengajar muda gerakan Indonesia Mengajar. Saat tangis membasahi pipi ini beserta ke 74 peserta lainnya, kami bersama menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh hikmat.

IXS_3023

Ada Keharuan yang muncul seketika saat merah putih terbentang diatas kepala kami dan disaat mata ini terpejam, sayup sayup terdengar dari barisan anak muda yang satu persatu membentangkan bendera.