Lukisan

Standard

lukisanbr

Hai sahabat pernahkah kamu melihat lukisan, bagaimanakah kesan saat melihatnya?

Apakah seperti menikmati setiap detail perpaduan bentuk, warna, ekspresi yang tertuang didalamnya atau merasa ada perasaan yang membuat sepersekian detik terpaku didepan objek ini.

Iya begitulah salah satu dari kesan saat kita melihat lukisan, hari ini saya ingin menceritakan suatu hal disaat sore hari bersama Erik adik laki laki dari keluarga dipenempatan yang mengajak unyuk melihat lukisan. Bukan lukisan dalam harfiah 2 dimendi yang terpajang didinding tapi kali ini lukisan yang terbentang besar didepan mata dengan sinar dan pantulan yang dapat berubah. Lukisan adalah salah satu titik indah yang diberikan nama oleh warga diantara kampung Siangin dan Sitoko, kampung yang tepat diatas pegunungan sebelah selatan kampung dimana saya ditempatkan.

Anak-anak sering bercerita tentang lukisan, tentang indahnya pemandangan dan saat hujan berhenti atau kabut memudar, mereka mengatakan dapat melihat serpong dan jakarta bahkan monas dari ketinggian ini. Saya mencoba untuk membuktikan apa yang dikatakan anak-anak, saat sore hari saya belum melihat gedung gedung tinggi tetapi saat malam tiba terlihat kerlipan lampu orange menyala terang dalam ruangan gelap dari sudut timur laut.

Ada perasaan sedih setiap kali melihatnya, cahaya temarang itu adalah ibukota negeri ini, Jakarta. Membayangkan anak-anak melihat Jakarta melalui kedipan lampu tanpa pernah kesana, terbiasa melihat dari jarak yang dapat mereka jangkau tanpa berani untuk bercita-cita tinggi. Lalu memenuhi nasib mereka sebagai pekerja di Priok tanpa harus bersekolah tinggi. Embun dimata mulai luruh, mengingat cerita warga kampung saat aspal masuk desa 5 tahun lalu, tempat yang jangkauan mata dapat melihat pusat perkembangan republik ini terasa baru beberapa tahun lalu dirasakan, lalu bagaimana dengan kampung nun jauh disana ditapal batas, seperti pembilangan dalam bilangan perkalian dan penjumlahan .

Lalu lukisan yang indah ini  memberikan lipatan semangat dalam kepalan tangan, semoga kehahadiran saya yang sebentar ini dapat memberikan banyak kebermanfaatan.

Perjalanan Mencintai Negeri

Standard

Aku mencium bendera merah putih, yah… masih teringat jelas saat penutupan kegiatan survival sekaligus pelantikan sebagai pengajar muda gerakan Indonesia Mengajar. Saat tangis membasahi pipi ini beserta ke 74 peserta lainnya, kami bersama menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh hikmat.

IXS_3023

Ada Keharuan yang muncul seketika saat merah putih terbentang diatas kepala kami dan disaat mata ini terpejam, sayup sayup terdengar dari barisan anak muda yang satu persatu membentangkan bendera.

Kunjungan ke Rumah Pak Rukyat

Standard

Saya seperti menemukan oase yang indah, entah kenapa setiap bertemu dengan orang jawa di daerah lain maka rasa saling memiliki dan kerendahan hati dan selalu tersenyum terpancar dalam diri. Begitulah karakteristik orang jawa yang sumeh dan hidup tanpa ngoyo serta guyub yang baik. Disisi ini saya baru bisa merasakan kedekatan didaerah perantauan setelah berjumpa dengan pak eman di kampung cilaketan dan kini saya berjumpa dengan pak rukyat dikecamatan yang beliau adalah kepala UPTD kecamatan sebelah (Muncang), banyak hal yang sangat dekat dan hanya saya rasakan ketika berkumpul bersama keluarga pak Rukyat, mulai dari cara beliau menyambut hingga bahaimana keluarga kecil ini terbentuk, bapak selalu bersikap ramah dan menunjukan rasa memiliki diantara kita. dari banyak cerita kakak PM bapak adalah orang yang sering menolong dan membantu dalam kegiatan di Lebak baik meminjam  gedung maupun berguyub bareng dirumah seperti yang kita lakukan sore ini yaitu buka puasa bersama.